<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>V1on4&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://v1on4.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://v1on4.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com site</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jul 2010 07:31:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='v1on4.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/0c11391941cd40fd563f2947643943ea?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>V1on4&#039;s Blog</title>
		<link>http://v1on4.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://v1on4.wordpress.com/osd.xml" title="V1on4&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://v1on4.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>malaikat d rumahmu</title>
		<link>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/malaikat-d-rumahmu/</link>
		<comments>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/malaikat-d-rumahmu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 07:31:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>v1on4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://v1on4.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan : “Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil dan lemah”? Dan Tuhan menjawab, “Saya telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu.” “Tapi disini, di dalam surga, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v1on4.wordpress.com&amp;blog=13966351&amp;post=106&amp;subd=v1on4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan : “Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil dan lemah”?</p>
<p>Dan Tuhan menjawab, “Saya telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu.”</p>
<p>“Tapi disini, di dalam surga, apa yang pernah saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk berbahagia.”</p>
<p>“Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia.”</p>
<p>“Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka ?”</p>
<p>“Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar; dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia akan mengajarkan bagaimana cara kamu berbicara.”</p>
<p>“Dan apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu ?”</p>
<p>“Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa.”</p>
<p>“Saya mendengar bahwa di Bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya ?”</p>
<p>“Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal tersebut mungkin dapat mengancam jiwanya.”</p>
<p>“Tapi, saya pasti akan merasa sedih karena tidak melihatMu lagi.”</p>
<p>“Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang Saya, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaKu, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu.”</p>
<p>Saat itu Surga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar, dan sang anak bertanya perlahan, “Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Kamu memberitahuku nama malaikat tersebut ?</p>
<p>“Kamu akan memanggil malaikatmu, Mama.”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v1on4.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v1on4.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v1on4.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v1on4.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/v1on4.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/v1on4.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/v1on4.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/v1on4.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v1on4.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v1on4.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v1on4.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v1on4.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v1on4.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v1on4.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v1on4.wordpress.com&amp;blog=13966351&amp;post=106&amp;subd=v1on4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/malaikat-d-rumahmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6b4f42668315fc0248c3e27cb528503?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">v1on4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>install cinta kasih</title>
		<link>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/install-cinta-kasih/</link>
		<comments>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/install-cinta-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 07:15:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>v1on4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://v1on4.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Customer Service (CS): Ya, ada yang bisa saya bantu? Pelanggan (P): Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstal cinta kasih. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya? CS: Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya? P: Baik, saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstalnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan dahulu? CS: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v1on4.wordpress.com&amp;blog=13966351&amp;post=104&amp;subd=v1on4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Customer Service (CS): Ya, ada yang bisa saya bantu?</p>
<p>Pelanggan (P): Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstal cinta kasih. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?</p>
<p>CS: Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?</p>
<p>P: Baik, saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstalnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan dahulu?</p>
<p>CS: Langkah pertama adalah membuka HATI anda. Tahukan anda di mana HATI anda?</p>
<p>P: Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. Apakah saya tetap bisa menginstalnya sementara program-program tersebut aktif?</p>
<p>CS: Program apa saja yang sedang aktif?</p>
<p>P: Sebentar, saya lihat dulu, Program yang sedang aktif adalah SAKITHATI.EXE, MINDER.EXE, DENDAM.EXE dan BENCI.COM.</p>
<p>CS: Tidak apa-apa. CINTA-KASIH akan menghapus SAKITHATI.EXE dari system operasi Anda. Program tersebut akan tetap ada dalam memori anda, tetapi tidak lama karena akan tertimpa program lain. CINTA-KASIH akan menimpa MINDER.EXE dengan modul yang disebut PERCAYADIRI.EXE. Tetapi anda harus mematikan BENCI.COM dan DENDAM.EXE. Program tersebut akan menyebabkan CINTA-KASIH tidak terinstal secara sempurna. Dapatkah anda mematikannya?</p>
<p>P: Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah anda memandu saya?</p>
<p>CS: Dengan senang hati. Gunakan Start menu dan aktifkan MEMAAFKAN.EXE. Aktifkan program ini sesering mungkin sampai BENCI.COM dan DENDAM.EXE terhapus.</p>
<p>P: OK, sudah. CINTA-KASIH mulai terinstal secara otomatis. Apakah ini wajar?</p>
<p>CS: Ya, anda akan menerima pesan bahwa CINTA-KASIH akan terus diinstal kembali dalam HATI anda. Apakah anda melihat pesan tersebut?</p>
<p>P: Ya. Apakah sudah selesai terinstal?</p>
<p>CS: Ya, tapi ingat bahwa anda hanya punya program dasarnya saja. Anda perlu mulai menghubungkan HATI yang lain agar untuk mengupgradenya.</p>
<p>P: Oops. Saya mendapat pesan error. Apa yang harus saya lakukan?</p>
<p>CS: Apa pesannya?</p>
<p>P: ERROR 412 &#8211; PROGRAM NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT&#8221;. apa artinya?</p>
<p>CS: Jangan kuatir, itu masalah biasa. Artinya, program CINTA-KASIH diset untuk aktif di HATI eksternal tetapi belum bisa aktif dalam HATI internal anda. Ini adalah salah satu kerumitan pemrograman, tetapi dalam istilah non-teknis ini berarti anda harus men-&#8221;CINTA-KASIH&#8221;-i mesin anda sendiri sebelum men-&#8221;CINTA-KASIH&#8221;-i orang lain.</p>
<p>P: Lalu apa yang harus saya lakukan?</p>
<p>CS: Dapatkan anda klik pulldown direktori yang disebut &#8220;PASRAH&#8221;?</p>
<p>P: Ya, sudah.</p>
<p>CS: Bagus. Pilih file-file berikut dan salin ke direktori &#8220;MYHEART&#8221; MEMAAFKAN-DIRI-SENDIRI.DOC, dan MENYADARI-KEKURANGAN.TXT. sistem akan menimpa file-file konflik dan mulai memperbaiki program-program yang salah. Anda juga perlu mengosongkan Recycle Bin untuk memastikan program-program yang salah tidak muncul kembali.</p>
<p>P: Sudah. Hei! HATI saya terisi file-file baru. SENYUM.MPG aktif di monitor saya dan menandakan bahwa DAMAI.EXE dan KEPUASAN.COM dikopi ke HATI. Apakah ini wajar?</p>
<p>CS: Kadang-kadang. Orang lain mungkin perlu waktu untuk mendownloadnya. Jadi CINTA-KASIH telah terinstal dan aktif. Anda harus bisa menanganinya dari sini. Ada satu lagi hal yang penting.</p>
<p>P: Apa?</p>
<p>CS: CINTA-KASIH adalah freeware. Pastikan untuk memberikannya kepada orang lain yang anda temui. Mereka akan share ke orang lain dan seterusnya sampai anda akan menerimanya kembali.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v1on4.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v1on4.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v1on4.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v1on4.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/v1on4.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/v1on4.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/v1on4.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/v1on4.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v1on4.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v1on4.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v1on4.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v1on4.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v1on4.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v1on4.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v1on4.wordpress.com&amp;blog=13966351&amp;post=104&amp;subd=v1on4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/install-cinta-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6b4f42668315fc0248c3e27cb528503?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">v1on4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ketika tua</title>
		<link>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/ketika-tua/</link>
		<comments>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/ketika-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 07:05:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>v1on4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://v1on4.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula. Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku. Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu. Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku. Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v1on4.wordpress.com&amp;blog=13966351&amp;post=101&amp;subd=v1on4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula. Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku. Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.</p>
<p>Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku. Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.</p>
<p>Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku. Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?</p>
<p>Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku. Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap &#8220;mengapa&#8221; darimu.</p>
<p>Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku. Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.</p>
<p>Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat. Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.</p>
<p>Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka. Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan. Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku. Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v1on4.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v1on4.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v1on4.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v1on4.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/v1on4.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/v1on4.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/v1on4.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/v1on4.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v1on4.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v1on4.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v1on4.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v1on4.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v1on4.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v1on4.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v1on4.wordpress.com&amp;blog=13966351&amp;post=101&amp;subd=v1on4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/ketika-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6b4f42668315fc0248c3e27cb528503?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">v1on4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>hukum waktu &amp; kemesraan</title>
		<link>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/hukum-waktu-kemesraan/</link>
		<comments>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/hukum-waktu-kemesraan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 06:46:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>v1on4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://v1on4.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum Bobo: 6 weeks: Selamat bobo sayang, mimpi indah ya, mmmuach. 6 months: Tolong matiin lampunya, silau nih. 6 years : Kesana-an doong… kamu tidur dempet2an kayak mikrolet gini sih?! Pake Toilet: 6 weeks : Ngga apa2, kamu duluan deh, aku ngga buru2 koq. 6 months: Masih lama ngga nih? 6 years : Brug! Brug! [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v1on4.wordpress.com&amp;blog=13966351&amp;post=98&amp;subd=v1on4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sebelum Bobo:</strong><br />
6 weeks: Selamat bobo sayang, mimpi indah ya, mmmuach.<br />
6 months: Tolong matiin lampunya, silau nih.<br />
6 years : Kesana-an doong… kamu tidur dempet2an kayak mikrolet gini sih?!</p>
<p><strong>Pake Toilet:</strong><br />
6 weeks : Ngga apa2, kamu duluan deh, aku ngga buru2 koq.<br />
6 months: Masih lama ngga nih?<br />
6 years : Brug! Brug! Brug! (suara pintu digedor), kalo mau tapa di Gunung Kawi sono!</p>
<p><strong>Ngajarin Nyetir:</strong><br />
6 weeks : Hati2 say, injek kopling dulu baru masukin perseneling ya<br />
6 months: Pelan2 dong lepas koplingnya.<br />
6 years : Pantesan sering ke bengkel, masukin persenelingnya aja kayak gini!</p>
<p><strong>Balesin SMS:</strong><br />
6 weeks: Iya sayang, bentar lagi nyampe rumah koq, aku beli martabak kesukaanmu dulu ya<br />
6 months: Macet banget di Jalan Nich<br />
6 years : Ok.</p>
<p><strong>Dating process:</strong><br />
6 weeks : I love U, I love U, I love U.<br />
6 months : Of course I love U.<br />
6 years : Ya iyalah!! kalau aku tdk cinta kamu, ngapain nikah sama kamu??</p>
<p><strong>Back from Work:</strong><br />
6 weeks : Honey, aku pulang…<br />
6 months : I’m BACK!!<br />
6 years : Si mbok masak apa hari ini??</p>
<p><strong>Hadiah (ulang tahun):</strong><br />
6 weeks : Sayangku, kuharap kau menyukai cincin yang kubeli<br />
6 months : Aku membeli lukisan, nampaknya cocok dengan suasana ruang tengah<br />
6 years : Nih duitnya, loe beli sendiri deh yang loe mau</p>
<p><strong>Telepon:</strong><br />
6 weeks : Baby, ada yang pengen bicara ama kamu di telpon<br />
6 months : Eh…ini buat kamu nih…<br />
6 years : WOOIII TELPON BUNYI TUUUHHH….ANGKAT DUOOONG!!!</p>
<p><strong>Masakan:</strong><br />
6 weeks : Wah, tak kusangka rasa makanan ini begitu lezaattt…! !!<br />
6 months : Kita makan apa malam ini??<br />
6 years : HAH? MAKANAN INI LAGI?<br />
<strong><br />
Apology:<br />
</strong>6 weeks : Udah gak apa-apa sayang, nanti kita beli lagi ya<br />
6 months : Hati2! Nanti jatuh tuh.<br />
6 years : KAMU GAK NGERTI2 YA DAH BERIBU2 KALI AKU BILANGIN</p>
<p><strong>Baju baru:</strong><br />
6 weeks : Duhai kasihku, kamu seperti bidadari dengan pakaian itu<br />
6 months : Lho, kamu beli baju baru lagi?<br />
6 years : BELI BAJU ITU HABIS BERAPA??</p>
<p><strong>Planning for Vacations:</strong><br />
6 weeks : Gimana kalau kita jalan2 ke Amerika atau ketempat yg kamu mau honey?<br />
6 months : Ke Surabaya naik bis aja ya gak usah pakai pesawat…<br />
6 years : JALAN2? DIRUMAH AJA KENAPA SEH? NGABISIN UANG AJA!</p>
<p><strong>TV:</strong><br />
6 weeks : Baby, apa yg pengen kita tonton malam ini ?<br />
6 months : Sebentar ya, filmnya bagus banget nih.<br />
6 years : JANGAN DIGANTI2 DONG CHANNELNYA!! GA BISA LIHAT ORANG SENENG???</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v1on4.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v1on4.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v1on4.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v1on4.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/v1on4.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/v1on4.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/v1on4.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/v1on4.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v1on4.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v1on4.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v1on4.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v1on4.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v1on4.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v1on4.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v1on4.wordpress.com&amp;blog=13966351&amp;post=98&amp;subd=v1on4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/hukum-waktu-kemesraan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6b4f42668315fc0248c3e27cb528503?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">v1on4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa JodoH (maksa)</title>
		<link>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/doa-jodoh-maksa/</link>
		<comments>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/doa-jodoh-maksa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 06:43:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>v1on4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://v1on4.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Kalau dia memang jodohku, Dekatkanlah. .. Tapi kalau bukan jodohku, Jodohkanlah. … Jika dia tidak berjodoh denganku, maka jadikanlah kami berjodoh.. Kalau dia bukan jodohku, jangan sampai dia dapet jodoh yang lain, selain aku… Kalau dia tidak bisa di jodohkan denganku, jangan sampai dia dapet jodoh yang lain, biarinkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku… [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v1on4.wordpress.com&amp;blog=13966351&amp;post=95&amp;subd=v1on4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau dia memang jodohku, Dekatkanlah. ..<br />
Tapi kalau bukan jodohku, Jodohkanlah. …</p>
<p>Jika dia tidak berjodoh denganku,<br />
maka jadikanlah kami berjodoh..</p>
<p>Kalau dia bukan jodohku,<br />
jangan sampai dia dapet jodoh yang lain, selain aku…</p>
<p>Kalau dia tidak bisa di jodohkan denganku,<br />
jangan sampai dia dapet jodoh yang lain,<br />
biarinkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku…<br />
Dan pada saat dia telah tidak memiliki jodoh,<br />
jodohkanlah kami kembali…</p>
<p>Kalau dia jodoh orang lain,<br />
putuskanlah! Jodohkanlah dengan ku….<br />
Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain,<br />
biar orang itu ketemu jodoh dengan yang lain dan<br />
kemudian Jodohkan kembali si dia dengan ku …</p>
<p>“Amin…”.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v1on4.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v1on4.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v1on4.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v1on4.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/v1on4.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/v1on4.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/v1on4.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/v1on4.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v1on4.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v1on4.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v1on4.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v1on4.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v1on4.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v1on4.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v1on4.wordpress.com&amp;blog=13966351&amp;post=95&amp;subd=v1on4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/doa-jodoh-maksa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6b4f42668315fc0248c3e27cb528503?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">v1on4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jahattttt</title>
		<link>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/jahattttt/</link>
		<comments>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/jahattttt/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 06:36:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>v1on4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://v1on4.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Boy adalah seorang cowo yg menjadi buta karena sebuah kecelakaan.. Sejak ia menjadi buta.. ia merasa terasing dari lingkungannya.. Ia merasa tidak ada seorang pun yg memperhatikan atau menyayanginya.. Hingga kemudian hadirlah Girl dalam hidupnya.. Girl sangat sayang dan perhatian pada Boy.. Ia tidak pernah mempermasalahkan kebutaan Boy sebagai suatu kekurangan yg berarti.. Ia sungguh-sungguh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v1on4.wordpress.com&amp;blog=13966351&amp;post=92&amp;subd=v1on4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Boy adalah seorang cowo yg menjadi buta karena sebuah kecelakaan.. Sejak ia menjadi buta.. ia merasa terasing dari lingkungannya.. Ia merasa tidak ada seorang pun yg memperhatikan atau menyayanginya.. Hingga kemudian hadirlah Girl dalam hidupnya..</p>
<p>Girl sangat sayang dan perhatian pada Boy.. Ia tidak pernah mempermasalahkan kebutaan Boy sebagai suatu kekurangan yg berarti.. Ia<br />
sungguh-sungguh mencintai Boy dengan tulus&#8230; Suatu hari berkatalah Boy kepada Girl..</p>
<p>B : Girl&#8230;mengapa kamu begitu menyayangiku..?</p>
<p>G: hmmm..entahlah..aku tidak pernah tau alasan mengapa aku begitu menyayangimu..yg aku tahu..aku benar-benar tulus menyayangimu</p>
<p>Boy.. (tersenyum)</p>
<p>B : tapi..aku kan buta..apa yg bisa aku perbuat untukmu..? apa yg bisa aku berikan buatmu..?</p>
<p>G : Boy..aku tidak mengharap apapun darimu..buatku..kamu bisa ceria setiap hari dan menyayangiku dengan tulus itu sudah cukup.. aku senang ketika kau merasa senang..</p>
<p>B : (terharu) belum pernah ada orang yg begitu menyayangi aku yg buta seperti ini..</p>
<p>G : (menggenggam tangan Boy sambil tersenyum)</p>
<p>B : Girl..kalo sampai suatu saat nanti aku bisa melihat lagi..aku pasti akan menikahimu.. karena hanya kamu satu-satunya orang yg dengan tulus menyayangiku&#8230;</p>
<p>G : benarkah..?</p>
<p>B : iya..aku janji..kalau suatu saat nanti aku bisa melihat, PASTI aku akan menikahimu..</p>
<p>G : (terharu) terima kasih Boy..aku sangat menyayangimu&#8230;</p>
<p>B : (tersenyum) ya..aku tahu itu..aku juga sangat menyayangimu Girl..</p>
<p>singkat cerita.. Boy melakukan operasi cangkok mata dan berhasil..ia mampu melihat lagi.. Ia pun tidak sabar untuk segera menemui Girl.. Pergilah ia mencari Girl.. sampai ia berhasil menemukannya&#8230; Namun&#8230; alangkah terkejutnya ia mengetahui bahwa ternyata Girl adalah seorang gadis buta..</p>
<p>Ia tidak bisa menerimanya..Ia pun menolak Girl .. Ia lupa akan semua janjinya&#8230;</p>
<p>G : Boy..bukankah kamu sudah berjanji akan menikah denganku..?</p>
<p>B : ummm&#8230;.(bimbang) ya memang aku pernah berkata begitu..tapi tidak dengan keadaanmu yg seperti ini..</p>
<p>G : Bagaimana mungkin kamu mengingkari janjimu sendiri..? bukankah kau bilang hanya aku satu-satunya orang yg menyayangimu..?</p>
<p>B : eeeerr&#8230;maaf Girl..tapi aku tidak bisa menikah dengan gadis buta..maaf..</p>
<p>Boy pun pergi meninggalkan Girl.. Girl yang kecewa dan merasa dikhianati.. memilih untuk bunuh diri.. Saat ia ditemukan meninggal..ada sepucuk surat disakunya..</p>
<p>&#8220;Dear Boy&#8230;<br />
Memang tidak banyak yg bisa aku berikan padamu..tidak banyak yg bisa aku lakukan untukmu&#8230; Namun..aku sungguh-sungguh tulus menyayangimu&#8230; Semoga kedua mataku itu bisa berguna bagimu..bisa membawakan terang dan<br />
keceriaan dalam hidupmu kembali..&#8221;</p>
<p>Ternyata mata Boy berasal dari donor yang dilakukan Girl untuk orang yang disayanginya.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>~Kadang kala kita tidak boleh melihat sesuatu hanya dengan mata..melainkan juga dengan hati kita.. Mata itu bisa menipu..namun hati tidak.. kata hati selalu merupakan kejujuran terdalam dalam hidup manusia..~</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v1on4.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v1on4.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v1on4.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v1on4.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/v1on4.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/v1on4.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/v1on4.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/v1on4.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v1on4.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v1on4.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v1on4.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v1on4.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v1on4.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v1on4.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v1on4.wordpress.com&amp;blog=13966351&amp;post=92&amp;subd=v1on4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/jahattttt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6b4f42668315fc0248c3e27cb528503?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">v1on4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>love is unseen</title>
		<link>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/love-is-unseen/</link>
		<comments>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/love-is-unseen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 04:06:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>v1on4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://v1on4.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa kita menutup mata, ketika kita tidur? ketikakita menangis? ketika kita membayangkan? ketika kita berciuman? Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT...Kita semua agak aneh&#8230;dan hidup sendiri juga agak aneh&#8230;Dan ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita..kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan CINTA.. Ada hal2 yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v1on4.wordpress.com&amp;blog=13966351&amp;post=90&amp;subd=v1on4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kenapa kita menutup mata, ketika kita tidur? ketikakita menangis? ketika kita membayangkan? ketika kita berciuman? Ini karena hal terindah di dunia <strong>TIDAK TERLIHAT..</strong>.Kita semua agak aneh&#8230;dan hidup sendiri juga agak aneh&#8230;Dan ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya <strong>SEJALAN</strong> dengan kita..kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan <strong>CINTA</strong>..<br />
Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan.. Orang2 yang yidak ingin kita tinggalkan..Tapi ingatlah&#8230;melepaskan <strong>BUKAN</strong> akhir dari dunia.. melainkan awal suatu kehidupan baru.. Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari&#8230;dan mereka yang telah mencoba.. Karena <strong>MEREKALAH </strong>yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka..<br />
<strong>CINTA</strong> yang<strong> AGUNG</strong>? Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan <strong>MASIH</strong> peduli terhadapnya..Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu <strong>MASIH </strong>menunggunya dengan setia.. Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu <strong>MASIH</strong> bisa tersenyum sembari berkata &#8216;Aku turut berbahagia untukmu&#8217; Apabila cinta tidak berhasil.<strong>..BEBASKAN</strong> dirimu&#8230; Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas<strong> LAGI</strong>..<br />
Ingatlah&#8230;bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..tapi..ketika cinta itu mati..kamu<strong> TIDAK</strong> perlu mati bersamanya&#8230; Orang terkuat<strong> BUKAN </strong>mereka yang selalu menang..<strong>MELAINKAN</strong> mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh Entah bagaimana&#8230;dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri..dan menyadari..bahwa penyesalan tidak sehausnya ada..<strong>HANYALAH</strong> penghargaan abadi atas pilihan2 kehidupan yang telah kau buat.<br />
<strong>TEMAN SEJATI</strong>&#8230; mengerti ketika kamu berkata &#8216;Aku lupa..&#8217; Menunggu selamanya ketika kamu berkata &#8216;Tunggu sebentar&#8217; Tetap tinggal ketika kamu berkata &#8216;Tinggalkan aku sendiri&#8217; Membuka pintu meski kamu <strong>BELUM</strong> mengetuk dan berkata &#8216;Bolehkah saya masuk?&#8217; <strong>MENCINTAI.</strong>.. <strong>BUKAN</strong>lah bagaimana kamu melupakan..melainkan bagaimana kamu <strong>MEMAAFKAN.</strong>. <strong>BUKANl</strong>ah bagaimana kamu mendengarkan..melainkan bagaimana kamu <strong>MENGERTI</strong>.. <strong>BUKAN</strong>lah apa yang kamu lihat..melainkan apa yang kamu <strong>RASAKAN</strong>.. <strong>BUKAN</strong>lah bagaimana kamu melepaskan..melainkan bagaimana kamu <strong>BERTAHAN.</strong>.<br />
Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati&#8230;dibandingkan menangis tersedu2.. Air mata yang keluar dapat dihapus..sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang.. Dalam urusan cinta, kita <strong>SANGAT JARANG</strong> menang.. Tapi ketika<strong> CINTA</strong> itu <strong>TULUS</strong>, meskipun kalah, kamu <strong>TETAP MENANG</strong> hanya karena kamu berbahagia..dapat mencintai seseorang..<strong>LEBIH</strong> dari kamu mencintai dirimu sendiri..<br />
Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencinta seseorang <strong>BUKAN </strong>karena orang itu berhenti mencintai kita <strong>MELAINKAN </strong>karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya. Apabila kamu benar2 mencintai seseorang, jangan lepaskan dia.. Jangan percaya bahwa melepaskan <strong>SELALU</strong> berarti kamu benar2 mencintai <strong>MELAINKAN</strong>&#8230; <strong>BERJUANGLAH</strong> demi cintamu Itulah <strong>CINTA SEJATI</strong><br />
Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan <strong>DARIPADA</strong> berjalan bersama orang &#8216;yang tersedia&#8217; Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai <strong>DARIPADA </strong>orang yang berada di sekelilingmu<strong> Lebih baik menunggu orang yang tepat</strong> kerena hidup ini terlalu singkat untuk dibuang dengan hanya dengan &#8216;seseorang&#8217; Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang <strong>PALING</strong> menyakiti hatimu dan kadang kala, teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari..<br />
Ada sebuah kisah menarik. Seorang pria yang bersahabat dengan orang-orang jahat, difitnah oleh teman2-nya sehingga masuk penjara selama bertahun-tahun. Setelah keluar penjara, keluarganya menganjurkan supaya mencari mereka yang memfitnah dirinya dan mengajukan mereka ke pengadilan. Tetapi pria itu menolak bahkan memaafkannya. Ia mengatakan bahwa musibah itu terjadi karena kesalahannya sendiri memilih teman-teman yang tidak baik.<br />
Kejadian tragis itu malah memberi peluang baginya untuk memilih jalan hidup baru yang lebih baik. Kemudian ia membuka lembaga pendidikan pribadi yang mengajarkan makna memaafkan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v1on4.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v1on4.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v1on4.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v1on4.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/v1on4.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/v1on4.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/v1on4.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/v1on4.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v1on4.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v1on4.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v1on4.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v1on4.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v1on4.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v1on4.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v1on4.wordpress.com&amp;blog=13966351&amp;post=90&amp;subd=v1on4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/love-is-unseen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6b4f42668315fc0248c3e27cb528503?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">v1on4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Telah di bayarrr</title>
		<link>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/telah-di-bayarrr/</link>
		<comments>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/telah-di-bayarrr/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 04:03:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>v1on4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://v1on4.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Mumpung Ibu Masih ada, coba saat BELIAU tidur saat matanya terpejam kamu tatap wajahnya itu 5 menit saja, kamu akan tau bagaimana rasanya nanti bila wajah itu sudah tak ada di situ&#8230; Lakukan apapun yang bisa kamu lakukan untuknya&#8230; LAKUKAN SEKARANG, bukan besok atau 5 menit lg karena mungkin sekedip matamu dia akan pergi tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v1on4.wordpress.com&amp;blog=13966351&amp;post=88&amp;subd=v1on4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mumpung Ibu Masih ada, coba saat<br />
BELIAU tidur saat matanya terpejam<br />
kamu tatap wajahnya itu 5 menit saja,<br />
kamu akan tau bagaimana rasanya nanti<br />
bila wajah itu sudah tak ada di<br />
situ&#8230; Lakukan apapun yang bisa kamu<br />
lakukan untuknya&#8230; LAKUKAN SEKARANG,<br />
bukan besok atau 5<br />
menit lg karena mungkin sekedip matamu<br />
dia akan pergi tak kembali&#8230; Klo<br />
sudah terlanjur ga ada, yaaahhh jangan<br />
lupa doa ma TUHAN. Segala macam doa<br />
deh. Miss U Mum&#8230; Luv U all<br />
&gt; &gt; &gt; &gt;<br />
Ini adalah mengenai nilai kasih Ibu<br />
dari seorang anak yang mendapatkan<br />
ibunya sedang sibuk menyediakan makan<br />
malam di dapur. Kemudian dia<br />
mengulurkan sekeping kertas yang<br />
bertuliskan sesuatu, si ibu segera<br />
membersihkan tangan dan lalu menerima<br />
kertas yang diulurkan oleh si anak dan<br />
membacanya.<br />
Ongkos upah membantu ibu:<br />
1) Membantu pergi ke warung: Rp20.000<br />
2) Menjaga adik: Rp20.000<br />
3) Membuang sampah: Rp5.000<br />
4) Membereskan tempat tidur: Rp10.000<br />
5) Menyiram bunga: Rp15.000<br />
6) Menyapu halaman: Rp15.000<br />
Jumlah: Rp 85.000<br />
&gt; &gt; &gt; &gt;<br />
Selesai membaca, si ibu tersenyum<br />
memandang si anak yang raut mukanya<br />
berbinar-binar. Si ibu mengambil pena<br />
dan menulis sesuatu di belakang kertas<br />
yang sama:<br />
&gt; &gt; &gt; &gt;<br />
1)Ongkos mengandungmu selama 9 bulan:<br />
GRATIS<br />
2)OngKos berjaga malam karena<br />
menjagamu: GRATIS<br />
3)OngKos air mata yang menetes<br />
karenamu: GRATIS<br />
4)Ongkos khawatir krn memikirkan<br />
keadaanmu: GRATIS<br />
5)OngKos menyediakan makan minum,<br />
pakaian dan keperluanmu: GRATIS<br />
Jumlah Keseluruhan Nilai<br />
Kasihku:GRATIS.<br />
&gt; &gt; &gt; &gt;<br />
Air mata si anak berlinang setelah<br />
membaca. Si anak menatap wajah ibu,<br />
memeluknya dan berkata, &#8220;Saya Sayang<br />
Ibu&#8221;. Kemudian si anak mengambil pena<br />
dan menulis sesuatu di depan surat yang<br />
ditulisnya:<br />
&#8220;Telah Dibayar&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v1on4.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v1on4.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v1on4.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v1on4.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/v1on4.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/v1on4.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/v1on4.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/v1on4.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v1on4.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v1on4.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v1on4.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v1on4.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v1on4.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v1on4.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v1on4.wordpress.com&amp;blog=13966351&amp;post=88&amp;subd=v1on4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/telah-di-bayarrr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6b4f42668315fc0248c3e27cb528503?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">v1on4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>surat dari sahabat quu</title>
		<link>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/surat-dari-sahabat-quu/</link>
		<comments>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/surat-dari-sahabat-quu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 03:49:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>v1on4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://v1on4.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Lima tahun usia pernikahanku dengan Ellen sungguh masa yang sulit. Semakin hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami. Kami bertengkar karena hal-hal kecil. Karena Ellen lambat membukakan pagar saat aku pulang kantor. Karena meja sudut di ruang keluarga yang ia beli tanpa membicarakannya denganku, bagiku itu hanya membuang uang saja. Hari ini, 27 Agustus adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v1on4.wordpress.com&amp;blog=13966351&amp;post=85&amp;subd=v1on4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lima tahun usia pernikahanku dengan Ellen sungguh masa yang sulit. Semakin hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami.<br />
Kami bertengkar karena hal-hal kecil. Karena Ellen lambat membukakan pagar saat aku pulang kantor. Karena meja sudut di ruang keluarga yang ia beli tanpa membicarakannya denganku, bagiku itu hanya membuang uang saja.</p>
<p>Hari ini, 27 Agustus adalah ulang tahun Ellen. Kami bertengkar pagi ini karena Ellen kesiangan membangunkanku. Aku kesal dan tak mengucapkan selamat ulang tahun padanya, kecupan di keningnya yang biasa kulakukan di hari ulang tahunnya tak mau kulakukan. Malam sekitar pukul 7, Ellen sudah 3 kali menghubungiku untuk memintaku segera pulang dan makan malam bersamanya, tentu saja permintaannya tidak kuhiraukan.</p>
<p>Jam menunjukkan pukul 10 malam, aku merapikan meja kerjaku dan beranjak pulang. Hujan turun sangat deras, sudah larut malam tapi jalan di tengah kota Jakarta masih saja macet, aku benar-benar dibuat kesal oleh keadaan.. Membayangkan pulang dan bertemu dengan Ellen membuatku semakin kesal! Akhirnya aku sampai juga di rumah pukul 12 malam, dua jam perjalanan kutempuh yang biasanya aku hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di rumah.</p>
<p>Kulihat Ellen tertidur di sofa ruang keluarga. Sempat aku berhenti di hadapannya dan memandang wajahnya. &#8220;Ia sungguh cantik&#8221; kataku dalam hati, &#8220;Wanita yang menjalin hubungan denganku selama 7 tahun sejak duduk di bangku SMA yang kini telah kunikahi selama 5 tahun, tetap saja cantik&#8221;. Aku menghela nafas dan meninggalkannya pergi, aku ingat kalau aku sedang kesal sekali dengannya.</p>
<p>Aku langsung masuk ke kamar. Di meja rias istriku kulihat buku itu, buku coklat tebal yang dimiliki oleh istriku. Bertahun-tahun Ellen menulis cerita hidupnya pada buku coklat itu. Sejak sebelum menikah, tak pernah ia ijinkan aku membukanya. Inilah saatnya! Aku tak mempedulikan Ellen, kuraih buku coklat itu dan kubuka halaman demi halaman secara acak.</p>
<p>14 Februari 1996. Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang berarti bagiku, Vincent, pacar pertamaku yang akan menjadi pacar terakhirku.<br />
Hmm. aku tersenyum, Ellen yakin sekali kalau aku yang akan menjadi suaminya.</p>
<p>6 September 2001, Tak sengaja kulihat Vincent makan malam dengan wanita lain sambil tertawa mesra. Tuhan, aku mohon agar Vincent tidak pindah ke lain hati.<br />
Jantungku serasa mau berhenti&#8230;</p>
<p>23 Oktober 2001, Aku menemukan surat ucapan terima kasih untuk Vincent, atas candle light dinner di hari ulang tahun seorang wanita dengan nama Melly. Siapakah dia Tuhan?<br />
Bukakanlah mataku untuk apa yang Kau kehendaki agar aku ketahui.</p>
<p>Jantungku benar-benar mau berhenti. Melly, wanita yang sempat dekat denganku disaat usia hubunganku dengan Ellen telah mencapai 5 tahun. Melly, yang karenanya aku hampir saja mau memutuskan hubunganku dengan Ellen karena kejenuhanku. Aku telah memutuskan untuk tidak bertemu dengan Melly lagi setelah<br />
dekat dengannya selama 4 bulan, dan memutuskan untuk tetap setia kepada Ellen. Aku sungguh tak menduga kalau Ellen mengetahui hubunganku dengan Melly.</p>
<p>4 Januari 2002, Aku dihampiri wanita bernama Melly, Ia menghinaku dan mengatakan Vincent telah selingkuh dengannya. Tuhan, beri aku kekuatan yang berasal daripadaMu.</p>
<p>Bagaimana mungkin Ellen sekuat itu, ia tak pernah mengatakan apapun atau menangis di hadapanku setelah mengetahui aku telah menghianatinya. Aku tahu Melly, dia pasti telah membuat hati Ellen sangat terluka dengan kata-kata tajam yang keluar dari mulutnya. Nafasku sesak, tak mampu kubayangkan apa yang Ellen rasakan saat itu.</p>
<p>14 Februari 2002, Vincent melamarku di hari jadi kami yang ke-6. Tuhan apa yang harus kulakukan? Berikan aku tanda untuk keputusan yang harus kuambil.</p>
<p>14 Februari 2003, Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi Nyonya Alexander Vincent Winoto. Terima kasih Tuhan!</p>
<p>18 Juli 2005, Pertengkaran pertama kami sebagai keluarga. Aku harap aku tak kemanisan lagi membuatkan teh untuknya.Tuhan, bantu aku agar lebih berhati-hati membuatkan teh untuk suamiku.</p>
<p>7 April 2006, Vincent marah padaku, aku tertidur pulas saat ia pulang kantor sehingga ia menunggu di depan rumah agak lama. Seharian aku berada mall mencari jam idaman Vincent, aku ingin membelikan jam itu di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi. Tuhan, beri kedamaian di hati Vincent agar ia tidak marah lagi padaku, aku tak akan tidur di sore hari lagi kalau Vincent belum pulang walaupun aku lelah.</p>
<p>Aku mulai menangis, Ellen mencoba membahagiakanku tapi aku malah memarahinya tanpa mau mendengarkan penjelasannya. Jam itu adalah jam kesayanganku yang kupakai sampai hari ini, tak kusadari ia membelikannya dengan susah payah.</p>
<p>15 November 2007, Vincent butuh meja untuk menaruh kopi di ruang keluarga, dia sangat suka membaca di<br />
sudut ruang itu. Tuhan, bantu aku menabung agar aku dapat membelikan sebuah meja, hadiah Natal untuk Vincent.</p>
<p>Aku tak dapat lagi menahan tangisanku, Ellen tak pernah mengatakan meja itu adalah hadiah Natal untukku. Ya, ia memang membelinya di malam Natal dan menaruhnya hari itu juga di ruang keluarga.</p>
<p>Aku sudah tak sanggup lagi membuka halaman berikutnya. Ellen sungguh diberi kekuatan dari Tuhan untuk<br />
mencintaiku tanpa syarat.<br />
Aku berlari keluar kamar, kukecup kening Ellen dan ia terbangun..<br />
&#8220;Maafkan aku Ellen, Aku mencintaimu, Selamat ulang tahun.&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v1on4.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v1on4.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v1on4.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v1on4.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/v1on4.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/v1on4.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/v1on4.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/v1on4.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v1on4.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v1on4.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v1on4.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v1on4.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v1on4.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v1on4.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v1on4.wordpress.com&amp;blog=13966351&amp;post=85&amp;subd=v1on4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/surat-dari-sahabat-quu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6b4f42668315fc0248c3e27cb528503?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">v1on4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shi Sang Chi You Mama Hau</title>
		<link>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/shi-sang-chi-you-mama-hau/</link>
		<comments>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/shi-sang-chi-you-mama-hau/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 03:33:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>v1on4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://v1on4.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Sang pria berasal dari keluarga kaya, dan merupakan orang yang terpandang di kota tersebut. Sedangkan sang wanita adalah seorang yatim piatu, hidup serba kekurangan, tetapi cantik, lemah lembut, dan baik hati. Kelebihan inilah yang membuat sang pria jatuh hati. Sang wanita hamil di luar nikah. Sang pria lalu mengajaknya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v1on4.wordpress.com&amp;blog=13966351&amp;post=83&amp;subd=v1on4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;">Ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Sang pria berasal dari keluarga kaya, dan merupakan orang yang terpandang di kota tersebut. Sedangkan sang wanita adalah seorang yatim piatu, hidup serba kekurangan, tetapi cantik, lemah lembut, dan baik hati. Kelebihan inilah yang membuat sang pria jatuh hati.</p>
<p>Sang wanita hamil di luar nikah. Sang pria lalu mengajaknya menikah, dengan membawa sang wanita ke rumahnya. Seperti yang sudah mereka duga, orang tua sang pria tidak menyukai wanita tersebut. Sebagai orang yang terpandang di kota tersebut, latar belakang wanita tersebut akan merusak reputasi keluarga. Sebaliknya, mereka bahkan telah mencarikan jodoh yang sepadan untuk anaknya. Sang pria berusaha menyakinkan orang tuanya, bahwa ia sudah menetapkan keputusannya, apapun resikonya bagi dia.</p>
<p>Sang wanita merasa tak berdaya, tetapi sang pria menyakinkan wanita tersebut bahwa tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Sang pria terus berargumen dengan orang tuanya, bahkan membantah perkataan orangtuanya, sesuatu yang belum pernah dilakukannya selama hidupnya (di zaman dulu, umumnya seorang anak sangat tunduk pada orang tuanya).</p>
<p>Sebulan telah berlalu, sang pria gagal untuk membujuk orang tuanya agar menerima calon istrinya. Sang orang tua juga stress karena gagal membujuk anak satu-satunya, agar berpisah dengan wanita tersebut, yang menurut mereka akan sangat merugikan masa depannya.</p>
<p>Sang pria akhirnya menetapkan pilihan untuk kawin lari. Ia memutuskan untuk meninggalkan semuanya demi sang kekasih. Waktu keberangkatan pun ditetapkan, tetapi rupanya rencana ini diketahui oleh orang tua sang pria. Maka ketika saatnya tiba, sang ortu mengunci anaknya di dalam kamar dan dijaga ketat oleh para bawahan di rumahnya yang besar.</p>
<p>Sebagai gantinya, kedua orang tua datang ke tempat yang telah ditentukan sepasang kekasih tersebut untuk melarikan diri. Sang wanita sangat terkejut dengan kedatangan ayah dan ibu sang pria. Mereka kemudian memohon pengertian dari sang wanita, agar meninggalkan anak mereka satu-satunya.</p>
<p>Menurut mereka, dengan perbedaan status sosial yang sangat besar, perkawinan mereka hanya akan menjadi gunjingan seluruh penduduk kota, reputasi anaknya akan tercemar, orang-orang tidak akan menghormatinya lagi. Akibatnya, bisnis yang akan diwariskan kepada anak mereka akan bangkrut secara perlahan-lahan.</p>
<p>Mereka bahkan memberikan uang dalam jumlah banyak, dengan permohonan agar wanita tersebut meninggalkan kota ini, tidak bertemu dengan anaknya lagi, dan menggugurkan kandungannya. Uang tersebut dapat digunakan untuk membiayai hidupnya di tempat lain.</p>
<p>Sang wanita menangis tersedu-sedu. Dalam hati kecilnya, ia sadar bahwa perbedaan status sosial yang sangat jauh, akan menimbulkan banyak kesulitan bagi kekasihnya. Akhirnya, ia setuju untuk meninggalkan kota ini, tetapi menolak untuk menerima uang tersebut. Ia mencintai sang pria, bukan uangnya. Walaupun ia sepenuhnya sadar, jalan hidupnya ke depan akan sangat sulit.</p>
<p>Ibu sang pria kembali memohon kepada wanita tersebut untuk meninggalkan sepucuk surat kepada mereka, yang menyatakan bahwa ia memilih berpisah dengan sang pria. Ibu sang pria kuatir anaknya akan terus mencari kekasihnya, dan tidak mau meneruskan usaha orang tuanya.</p>
<p>“Walaupun ia kelak bukan suamimu, bukankah Anda ingin melihatnya sebagai seseorang yang berhasil? Ini adalah untuk kebaikan kalian berdua”, kata sang ibu.</p>
<p>Dengan berat hati, sang wanita menulis surat. Ia menjelaskan bahwa ia sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan sang pria. Ia sadar bahwa keberadaannya hanya akan merugikan sang pria. Ia minta maaf karena telah melanggar janji setia mereka berdua, bahwa mereka akan selalu bersama dalam menghadapi penolakan-penolakan akibat perbedaan status sosial mereka. Ia tidak kuat lagi menahan penderitaan ini, dan memutuskan untuk berpisah. Tetesan air mata sang wanita tampak membasahi surat tersebut.</p>
<p>Sang wanita yang malang tersebut tampak tidak punya pilihan lain. Ia terjebak antara moral dan cintanya. Sang wanita segera meninggalkan kota itu, sendirian. Ia menuju sebuah desa yang lebih terpencil. Disana, ia bertekad untuk melahirkan dan membesarkan anaknya.</p>
<p>Tiga tahun telah berlalu. Ternyata wanita tersebut telah menjadi seorang ibu. Anaknya seorang laki-laki. Sang ibu bekerja keras siang dan malam, untuk membiayai kehidupan mereka. Di pagi dan siang hari, ia bekerja di sebuah industri rumah tangga, malamnya, ia menyuci pakaian-pakaian tetangga dan menyulam sesuai dengan pesanan pelanggan. Kebanyakan ia melakukan semua pekerjaan ini sambil menggendong anak di punggungnya. Walaupun ia cukup berpendidikan, ia menyadari bahwa pekerjaan lain tidak memungkinkan, karena ia harus berada di sisi anaknya setiap saat. Tetapi sang ibu tidak pernah mengeluh dengan pekerjaannya.</p>
<p>Di usia tiga tahun, suatu saat, sang anak tiba-tiba sakit keras. Demamnya sangat tinggi. Ia segera dibawa ke rumah sakit setempat. Anak tersebut harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari. Biaya pengobatan telah menguras habis seluruh tabungan dari hasil kerja kerasnya selama ini, dan itupun belum cukup. Ibu tersebut akhirnya juga meminjam ke sana-sini, kepada siapapun yang bermurah hati untuk memberikan pinjaman.</p>
<p>Saat diperbolehkan pulang, sang dokter menyarankan untuk membuat sup ramuan, untuk mempercepat kesembuhan putranya. Ramuan tersebut terdiri dari obat-obat herbal dan daging sapi untuk dikukus bersama. Tetapi sang ibu hanya mampu membeli obat-obat herbal tersebut, ia tidak punya uang sepeserpun lagi untuk membeli daging. Untuk meminjam lagi, rasanya tak mungkin, karena ia telah berutang kepada semua orang yang ia kenal, dan belum terbayar.</p>
<p>Ketika di rumah, sang ibu menangis. Ia tidak tahu harus berbuat apa, untuk mendapatkan daging. Toko daging di desa tersebut telah menolak permintaannya, untuk bayar di akhir bulan saat gajian.</p>
<p>Diantara tangisannya, ia tiba-tiba mendapatkan ide. Ia mencari alkohol yang ada di rumahnya, sebilah pisau dapur, dan sepotong kain. Setelah pisau dapur dibersihkan dengan alkohol, sang ibu nekad mengambil sekerat daging dari pahanya. Agar tidak membangunkan anaknya yang sedang tidur, ia mengikat mulutnya dengan sepotong kain. Darah berhamburan. Sang ibu tengah berjuang mengambil dagingnya sendiri, sambil berusaha tidak mengeluarkan suara kesakitan yang teramat sangat..</p>
<p>Hujan lebatpun turun. Lebatnya hujan menyebabkan rintihan kesakitan sang ibu tidak terdengar oleh para tetangga, terutama oleh anaknya sendiri. Tampaknya langit juga tersentuh dengan pengorbanan yang sedang dilakukan oleh sang ibu.</p>
<p>Enam tahun telah berlalu, anaknya tumbuh menjadi seorang anak yang tampan, cerdas, dan berbudi pekerti. Ia juga sangat sayang ibunya. Di hari minggu, mereka sering pergi ke taman di desa tersebut, bermain bersama, dan bersama-sama menyanyikan lagu “Shi Sang Chi You Mama Hau” (terjemahannya “Di dunia ini, hanya ibu seorang yang baik”).</p>
<p>Sang anak juga sudah sekolah. Sang ibu sekarang bekerja sebagai penjaga toko, karena ia sudah bisa meninggalkan anaknya di siang hari. Hari-hari mereka lewatkan dengan kebersamaan, penuh kebahagiaan. Sang anak terkadang memaksa ibunya, agar ia bisa membantu ibunya menyuci di malam hari. Ia tahu ibunya masih menyuci di malam hari, karena perlu tambahan biaya untuk sekolahnya. Ia memang seorang anak yang cerdas.</p>
<p>Ia juga tahu, bulan depan adalah hari ulang tahun ibunya. Ia berniat membelikan sebuah jam tangan, yang sangat didambakan ibunya selama ini. Ibunya pernah mencobanya di sebuah toko, tetapi segera menolak setelah pemilik toko menyebutkan harganya. Jam tangan itu sederhana, tidak terlalu mewah, tetapi bagi mereka, itu terlalu mahal. Masih banyak keperluan lain yang perlu dibiayai.</p>
<p>Sang anak segera pergi ke toko tersebut, yang tidak jauh dari rumahnya. Ia meminta kepada kakek pemilik toko agar menyimpan jam tangan tersebut, karena ia akan membelinya bulan depan.</p>
<p>“Apakah kamu punya uang?” tanya sang pemilik toko.</p>
<p>“Tidak sekarang, nanti saya akan punya”, kata sang anak dengan serius.</p>
<p>Ternyata, bulan depan sang anak benar-benar muncul untuk membeli jam tangan tersebut. Sang kakek juga terkejut, kiranya sang anak hanya main-main. Ketika menyerahkan uangnya, sang kakek bertanya “Dari mana kamu mendapatkan uang itu? Bukan mencuri kan?”.</p>
<p>“Saya tidak mencuri, kakek. Hari ini adalah hari ulang tahun ibuku. Saya biasanya naik becak pulang pergi ke sekolah. Selama sebulan ini, saya berjalan kaki saat pulang dari sekolah ke rumah, uang jajan dan uang becaknya saya simpan untuk beli jam ini. Kakiku sakit, tapi ini semua untuk ibuku. O ya, jangan beritahu ibuku tentang hal ini. Ia akan marah” kata sang anak.</p>
<p>Sang pemilik toko tampak kagum pada anak tersebut.</p>
<p>Seperti biasanya, sang ibu pulang dari kerja di sore hari. Sang anak segera memberikan ucapan selamat pada ibu, dan menyerahkan jam tangan tersebut. Sang ibu terkejut bercampur haru, ia bangga dengan anaknya. Jam tangan ini memang adalah impiannya. Tetapi sang ibu tiba-tiba tersadar, dari mana uang untuk membeli jam tersebut. Sang anak tutup mulut, tidak mau menjawab.</p>
<p>“Apakah kamu mencuri, Nak?” Sang anak diam seribu bahasa, ia tidak ingin ibu mengetahui bagaimana ia mengumpulkan uang tersebut. Setelah ditanya berkali-kali tanpa jawaban, sang ibu menyimpulkan bahwa anaknya telah mencuri.</p>
<p>“Walaupun kita miskin, kita tidak boleh mencuri. Bukankah ibu sudah mengajari kamu tentang hal ini?” kata sang ibu.</p>
<p>Lalu ibu mengambil rotan dan mulai memukul anaknya. Biarpun ibu sayang pada anaknya, ia harus mendidik anaknya sejak kecil. Sang anak menangis, sedangkan air mata sang ibu mengalir keluar. Hatinya begitu perih, karena ia sedang memukul belahan hatinya. Tetapi ia harus melakukannya, demi kebaikan anaknya.</p>
<p>Suara tangisan sang anak terdengar keluar. Para tetangga menuju ke rumah tersebut heran, dan kemudian prihatin setelah mengetahui kejadiannya.</p>
<p>“Ia sebenarnya anak yang baik”, kata salah satu tetangganya. Kebetulan sekali, sang pemilik toko sedang berkunjung ke rumah salah satu tetangganya yang merupakan familinya.</p>
<p>Ketika ia keluar melihat ke rumah itu, ia segera mengenal anak itu. Ketika mengetahui persoalannya, ia segera menghampiri ibu itu untuk menjelaskan. Tetapi tiba-tiba sang anak berlari ke arah pemilik toko, memohon agar jangan menceritakan yang sebenarnya pada ibunya.</p>
<p>“Nak, ketahuilah, anak yang baik tidak boleh berbohong, dan tidak boleh menyembunyikan sesuatu dari ibunya”. Sang anak mengikuti nasehat kakek itu. Maka kakek itu mulai menceritakan bagaimana sang anak tiba-tiba muncul di tokonya sebulan yang lalu, memintanya untuk menyimpan jam tangan tersebut, dan sebulan kemudian akan membelinya.</p>
<p>Anak itu muncul siang tadi di tokonya, katanya hari ini adalah hari ulang tahun ibunya. Ia juga menceritakan bagaimana sang anak berjalan kaki dari sekolahnya pulang ke rumah dan tidak jajan di sekolah selama sebulan ini, untuk mengumpulkan uang membeli jam tangan kesukaan ibunya.</p>
<p>Tampak sang kakek meneteskan air mata saat selesai menjelaskan hal tersebut, begitu pula dengan tetangganya. Sang ibu segera memeluk anak kesayangannya, keduanya menangis dengan tersedu-sedu.</p>
<p>”Maafkan ibu, Nak.”</p>
<p>“Tidak Bu, saya yang bersalah”..</p>
<p>Sementara itu, ternyata ayah dari sang anak sudah menikah, tetapi istrinya mandul. Mereka tidak punya anak. Sang ortu sangat sedih akan hal ini, karena tidak akan ada yang mewarisi usaha mereka kelak.</p>
<p>Ketika sang ibu dan anaknya berjalan-jalan ke kota, dalam sebuah kesempatan, mereka bertemu dengan sang ayah dan istrinya. Sang ayah baru menyadari bahwa sebenarnya ia sudah punya anak dari darah dagingnya sendiri. Ia mengajak mereka berkunjung ke rumahnya, bersedia menanggung semua biaya hidup mereka, tetapi sang ibu menolak. Kami bisa hidup dengan baik tanpa bantuanmu.</p>
<p>Berita ini segera diketahui oleh orang tua sang pria. Mereka begitu ingin melihat cucunya, tetapi sang ibu tidak mau mengizinkan.</p>
<p>Di pertengahan tahun, penyakit sang anak kembali kambuh. Dokter mengatakan bahwa penyakit sang anak butuh operasi dan perawatan yang konsisten. Kalau kambuh lagi, akan membahayakan jiwanya.</p>
<p>Keuangan sang ibu sudah agak membaik, dibandingkan sebelumnya. Tetapi biaya medis tidaklah murah, ia tidak sanggup membiayainya.</p>
<p>Sang ibu kembali berpikir keras. Tetapi ia tidak menemukan solusi yang tepat. Satu-satunya jalan keluar adalah menyerahkan anaknya kepada sang ayah, karena sang ayahlah yang mampu membiayai perawatannya.</p>
<p>Maka di hari Minggu ini, sang ibu kembali mengajak anaknya berkeliling kota, bermain-main di taman kesukaan mereka. Mereka gembira sekali, menyanyikan lagu “Shi Sang Chi You Mama Hau”, lagu kesayangan mereka. Untuk sejenak, sang ibu melupakan semua penderitaannya, ia hanyut dalam kegembiraan bersama sang anak.</p>
<p>Sepulang ke rumah, ibu menjelaskan keadaannya pada sang anak. Sang anak menolak untuk tinggal bersama ayahnya, karena ia hanya ingin dengan ibu.</p>
<p>“Tetapi ibu tidak mampu membiayai perawatan kamu, Nak” kata ibu.</p>
<p>“Tidak apa-apa Bu, saya tidak perlu dirawat. Saya sudah sehat, bila bisa bersama-sama dengan ibu. Bila sudah besar nanti, saya akan cari banyak uang untuk biaya perawatan saya dan untuk ibu. Nanti, ibu tidak perlu bekerja lagi, Bu”, kata sang anak. Tetapi ibu memaksa akan berkunjung ke rumah sang ayah keesokan harinya. Penyakitnya memang bisa kambuh setiap saat.</p>
<p>Disana ia diperkenalkan dengan kakek dan neneknya.</p>
<p>Keduanya sangat senang melihat anak imut tersebut. Ketika ibunya hendak pulang, sang anak meronta-ronta ingin ikut pulang dengan ibunya. Walaupun diberikan mainan kesukaan sang anak, yang tidak pernah ia peroleh saat bersama ibunya, sang anak menolak.</p>
<p>“Saya ingin Ibu, saya tidak mau mainan itu”, teriak sang anak dengan nada yang polos.</p>
<p>Dengan hati sedih dan menangis, sang ibu berkata “Nak, kamu harus dengar nasehat ibu. Tinggallah di sini. Ayah, kakek dan nenek akan bermain bersamamu.”</p>
<p>“Tidak, aku tidak mau mereka. Saya hanya mau ibu, saya sayang ibu, bukankah ibu juga sayang saya? Ibu sekarang tidak mau saya lagi”, sang anak mulai menangis.</p>
<p>Bujukan demi bujukan ibunya untuk tinggal di rumah besar tersebut tidak didengarkan anak kecil tersebut. Sang anak menangis tersedu-sedu</p>
<p>“Kalau ibu sayang padaku, bawalah saya pergi, Bu”</p>
<p>Sampai pada akhirnya, ibunya memaksa dengan mengatakan “Benar, ibu tidak sayang kamu lagi. Tinggallah disini”, ibunya segera lari keluar meninggalkan rumah tersebut. Tampak anaknya meronta-ronta dengan ledakan tangis yang memilukan.</p>
<p>Di rumah, sang ibu kembali meratapi nasibnya. Tangisannya begitu menyayat hati, ia telah berpisah dengan anaknya. Ia tidak diperbolehkan menjenguk anaknya, tetapi mereka berjanji akan merawat anaknya dengan baik. Diantara isak tangisnya, ia tidak menemukan arti hidup ini lagi. Ia telah kehilangan satu-satunya alasan untuk hidup, anaknya tercinta.</p>
<p>Kemudian ibu yang malang itu mengambil pisau dapur untuk memotong urat nadinya. Tetapi saat akan dilakukan, ia sadar bahwa anaknya mungkin tidak akan diperlakukan dengan baik. Tidak, ia harus hidup untuk mengetahui bahwa anaknya diperlakukan dengan baik. Segera, niat bunuh diri itu dibatalkan, demi anaknya juga ..</p>
<p>Setahun berlalu. Sang ibu telah pindah ke tempat lain, mendapatkan kerja yang lebih baik lagi. Sang anak telah sehat, walaupun tetap menjalani perawatan medis secara rutin setiap bulan.</p>
<p>Seperti biasa, sang anak ingat akan hari ulang tahun ibunya. Uang pun dapat ia peroleh dengan mudah, tanpa perlu bersusah payah mengumpulkannya. Maka, pada hari tersebut, sepulang dari sekolah, ia tidak pulang ke rumah, ia segera naik bus menuju ke desa tempat tinggal ibunya, yang memakan waktu beberapa jam. Sang anak telah mempersiapkan setangkai bunga, sepucuk surat yang menyatakan ia setiap hari merindukan ibu, sebuah kartu ucapan selamat ulang tahun, dan nilai ujian yang sangat bagus. Ia akan memberikan semuanya untuk ibu.</p>
<p>Sang anak berlari riang gembira melewati gang-gang kecil menuju rumahnya. Tetapi ketika sampai di rumah, ia mendapati rumah ini telah kosong. Tetangga mengatakan ibunya telah pindah, dan tidak ada yang tahu kemana ibunya pergi. Sang anak tidak tahu harus berbuat apa, ia duduk di depan rumah tersebut, menangis “Ibu benar-benar tidak menginginkan saya lagi.”</p>
<p>Sementara itu, keluarga sang ayah begitu cemas, ketika sang anak sudah terlambat pulang ke rumah selama lebih dari 3 jam. Guru sekolah mengatakan semuanya sudah pulang. Semua tempat sudah dicari, tetapi tidak ada kabar. Mereka panik. Sang ayah menelpon ibunya, yang juga sangat terkejut. Polisi pun dihubungi untuk melaporkan anak hilang.</p>
<p>Ketika sang ibu sedang berpikir keras, tiba-tiba ia teringat sesuatu. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Ia terlalu sibuk sampai melupakannya. Anaknya mungkin pulang ke rumah. Maka sang ayah dan sang ibu segera naik mobil menuju rumah tersebut. Sayangnya, mereka hanya menemukan kartu ulang tahun, setangkai bunga, nilai ujian yang bagus, dan sepucuk surat anaknya. Sang ibu tidak mampu menahan tangisannya, saat membaca tulisan-tulisan imut anaknya dalam surat itu.</p>
<p>Hari mulai gelap. Mereka sibuk mencari di sekitar desa tersebut, tanpa mendapatkan petunjuk apapun. Sang ibu semakin resah. Kemudian sang ibu membakar dupa, berlutut di hadapan altar Dewi Kuan Im, sambil menangis ia memohon agar bisa menemukan anaknya.</p>
<p>Seperti mendapat petunjuk, sang ibu tiba-tiba ingat bahwa ia dan anaknya pernah pergi ke sebuah kuil Kuan Im di desa tersebut. Ibunya pernah berkata, bahwa bila kamu memerlukan pertolongan, mohonlah kepada Dewi Kuan Im yang welas asih. Dewi Kuan Im pasti akan menolongmu, jika niat kamu baik. Ibunya memprediksikan bahwa anaknya mungkin pergi ke kuil tersebut untuk memohon agar bisa bertemu dengan dirinya.</p>
<p>Benar saja, ternyata sang anak berada di sana. Tetapi ia pingsan, demamnya tinggi sekali. Sang ayah segera menggendong anaknya untuk dilarikan ke rumah sakit. Saat menuruni tangga kuil, sang ibu terjatuh dari tangga, dan berguling-guling jatuh ke bawah..</p>
<p>Sepuluh tahun sudah berlalu. Kini sang anak sudah memasuki bangku kuliah. Ia sering beradu mulut dengan ayah, mengenai persoalan ibunya. Sejak jatuh dari tangga, ibunya tidak pernah ditemukan. Sang anak telah banyak menghabiskan uang untuk mencari ibunya kemana-mana, tetapi hasilnya nihil.</p>
<p>Siang itu, seperti biasa sehabis kuliah, sang anak berjalan bersama dengan teman wanitanya. Mereka tampak serasi. Saat melaju dengan mobil, di persimpangan sebuah jalan, ia melihat seorang wanita tua yang sedang mengemis. Ibu tersebut terlihat kumuh, dan tampak memakai tongkat. Ia tidak pernah melihat wanita itu sebelumnya. Wajahnya kumal, dan ia tampak berkomat-kamit.</p>
<p>Di dorong rasa ingin tahu, ia menghentikan mobilnya, dan turun bersama pacar untuk menghampiri pengemis tua itu.</p>
<p>Ternyata sang pengemis tua sambil mengacungkan kaleng kosong untuk minta sedekah, ia berucap dengan lemah “Dimanakah anakku? Apakah kalian melihat anakku?”</p>
<p>Sang anak merasa mengenal wanita tua itu. Tanpa disadari, ia segera menyanyikan lagu “Shi Sang Ci You Mama Hau” dengan suara perlahan, tak disangka sang pengemis tua ikut menyanyikannya dengan suara lemah. Mereka berdua menyanyi bersama. Ia segera mengenal suara ibunya yang selalu menyanyikan lagu tersebut saat ia kecil, sang anak segera memeluk pengemis tua itu dan berteriak dengan haru “Ibu? Ini saya ibu”.</p>
<p>Sang pengemis tua itu terkejut, ia meraba-raba muka sang anak, lalu bertanya, “Apakah kamu ?..(nama anak itu)?”</p>
<p>“Benar bu, saya adalah anak ibu”.</p>
<p>Keduanya pun berpelukan dengan erat, air mata keduanya berbaur membasahi bumi.</p>
<p>Karena jatuh dari tangga, sang ibu yang terbentur kepalanya menjadi hilang ingatan, tetapi ia setiap hari selama sepuluh tahun terus mencari anaknya, tanpa peduli dengan keadaaan dirinya. Sebagian orang menganggapnya sebagai orang gila.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/v1on4.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/v1on4.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/v1on4.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/v1on4.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/v1on4.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/v1on4.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/v1on4.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/v1on4.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/v1on4.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/v1on4.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/v1on4.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/v1on4.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/v1on4.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/v1on4.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=v1on4.wordpress.com&amp;blog=13966351&amp;post=83&amp;subd=v1on4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://v1on4.wordpress.com/2010/07/22/shi-sang-chi-you-mama-hau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6b4f42668315fc0248c3e27cb528503?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">v1on4</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
